‘’Aku
Mencintaimu’’
Andi tidak begitu memperhatikanku.
Aku sedang menulis surat cinta untuknya. Andi terlihat lelah, karena usai
bermain basket dengan teman-temannya. Angin baru, angin 17 tahun, Andi terlihat
tampan kala itu. Akhh,,Andi tiada henti-hentinya aku melihatmu..
‘’Bukankah itu yang kau mau?’’
Tanyaku. Surat cinta ini perlahan ku sembunyikan dari halaman bukuku. Andi
tahu, namun aku malu untuk memberinya. Surat itu memudar menjadi tinta cokelat.
Andi tidak member respon. ‘’apa katamu?’’….
‘’Aku
tidak ingin, ehmm aku ingin kita biasa saja?’’
Aku malu. Apakah Andi sudah tahu
tentang surat ini. Sejak saat itulah Andi semakin menjauh dariku.Apakah ini
karena bawaan pada umurnya? Sehigga dia brsikap dingin terhadapku? Mungkin jika
Andi tahu tentang hatiku ia akan menertawaiku yang terlalu mengagumi masa lalu?
Cinta Monyet. Waktu kelas 4 sd, Andi menjadi murid baru di kelasku. Entah
mengapa, dorongan penasaran dengan karakternya membuatku ingin dekat dengannya.
Sesekali ia tersenyum padaku. Istirahat pertama guru kami menyuruh untuk
membersihkan kelas masing-masing. Aku masih berada di luar. Sedangkan Andi
berada di dalam. Tas biru kesanyanganku hamper jatuh di jendela. Dengan
sigapnya, andi mengambil tas itu dengan cekatan. ‘’ini tasmu?’’ ….. ‘’Terima Kasih?’’ Sahutku.
Diam-diam aku memperhatikannya. Dia
juga menanggapi. Temanku Rino member salam cinta dari andi. Setiap hari, kami
bersurat-suratan. Mulai dari isi curahan hati, pantun, puisi sampai cerita lucu
dan pemgalaman.
Aku bertanya-tanya dalam hati.
Apakah Andi ingat dengan masa itu? Aku terlalu lebai. Aku menyalahi diri
sendiri karena aku terlalu pede. Itu dulu. Sekarang semuanya telah berbeda.
Namun begitu menyiksa. Meninggalkan separuh nafas 10 tahun silam.
Duka, senang, aku galau. Haruskah
aku harus mengulang lagi? Surat cinta merah dengan tinta biru? Usai olahraga
sepucuk surat untuk Andi sengaja aku taruh lalu aku sisipkan di buku sejarah.
Aku ingin tahu bagaiman responnya kala itu. 5 menit, Andi datang menatapku heran.
From
: Andi
Sengaja
aku tidak tuliskan ini siapa. Balaslah suratku, bila kau tahu siapa aku.
Andi membuang surat itu. Kami 1 sd,
1 smp bahkan 1 sma, begitu bahkan
selama. Aku ingin mengenal Andi. 4=serius, 5-6=serius, 1-3 artinya dangkal. Perlahan-lahan
Andi menjauhiku tanpa sebab. Perpisahaan itu telah membentuk amorga kelabu yang
sebentar lagi akan pergi. Pergi…
Aku masih tetap di bangku ini. Aku
suka menulis apa saja di bangku ini. Tanpa Andi tahu, setiap malam aku suka
menulis tentangnya. Tentang kucingnya yang beranak kembar 4. Buku ini merupakan
hadiah ulang tahunku, pemberian Andi 10 tahun lalu.
ISTIRAHAT
2
Andi, maukah kamu pergi ke kantin
denganku?
Tidak,
jawabnya singkat lalu meninggalkanku sendirian.
Reni
yang sedari di menguap, mengajakku untuk pergi ke kantin. Ada berita duka,
tanpa ku tahu apa yang akan selanjutnya akan terjadi. Sekarang aku mengerti
penyebab mengapa Andi selau menjauh dariku? Ia sedang dekat dengan Rani.
Andi dekat dengan
Rani..
Surat Cinta pertama
darimu
Andi menjauh
dariku…Andi…..!!!!!
Berlari
sekencangnya. Duka tersayat. Ternyata baru aku mengerti, jika selama ini Andi
hanya menganggapku sebatas teman??? Apa arti dari senyum pertamanya??
Ahhhh………’’Sudahlah Rehana, buang perasaanmu ke dia?’’
Reni
tidak tega melihatku seperti itu,.Rena mengantarkanku ke ruang Uks, agar aku
lebih tenang. Aku lemas. Aku takut leukimiaku akan kambuh lagi. Parahnya lagi,
nadi ditanganku mulai mengendur menjadi pucat. Reni khawatir. Ia lalu
mengantarkanku ke ruang guru.
Sesampai
di rumah, Ibu kaget. Aku segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kejadian
tadi, sangat menyakitiku. Dokter menyinariku dengan sinar infra merah. Aku
berbaring dlam ruang temaram yang sunyi. Baunya dapat menimbulkan semacam bau
asing. Bau yang memaksaku untuk tertidur pulas.
Sudah
2 hari ini, aku tidak sekolah. Kemarin guru dan temanku menjengukku. Kulihat
andi tidak datang. Hanya Rena yang tahu akan hal ini. Aku berbisik kepada Rena.
‘’Mana Andi?’’
‘’aku sudah memberitahu padanya, dia diam
saja?’’
Aku
menitipkan buku harian ini kepada Andi. Andi,,,,bahkan ia tidak menjengukku,
disaat aku ingin melihat yang terakhir kalinya??
6 hari
di sini, aku bosan. Aku di izinkan untuk mencari udara pagi. Entah kebetulan
atau tidak, aku bertemu dengan Andi. ‘’andi, mengapa kau ada di sini?’’Tanyaku
‘’Rehana,
kamu sakit apa? Maafkan aku jika kemarin aku tidak menjengukmu? Karena aku
sedang ada janji dengan Rani?’’
Begitukah
Andi. Orang yang selama ini aku kagumi. Andi memegang erat tanganku lalu
menatapku. Baru kali ini aku melihat Andi seperti itu. Haruskah aku mengatakan
dengan sejujurnya? Tapi baru saja Andi bahagia. Seperti ada yang memaksaku
untuk mengatakannya. ‘’aku merindukanmu yang dulu, surat cinta pertama datang,
dulu kau pernah tersenyum kepadaku,,, senyum pertama. Ternyata ku salah
mengira. Kaubahkan sekarang bahagia dengan Rani’’.
Andi
tertegun. Ia tak menyangka, bahwa selama ini aku mengaguminya. Andi menangis.
Dia membalas mencintaiku untuk yang terakhir aku disini. Benarkah Andi
mencintaiku?? Andi takut mengenal cintaku karena aku mendewakan sifat seorang
teman. Andi kembali menggenggam tanganku erat. Seolah dia tidak merelekan aku
pergi. Kurasakan sentuhan Andi bersamaan dengan darahku konstan. Terkejap
berhenti. Andi aku mencintaimu..